Kembang Tahu yang Ku Mau

February 11, 2009 at 1:31 pm | In Makan - makan | 2 Comments

Kembang Tahu, sudah tentu anda tahu..

Tapi apa anda tahu dimana ada kembang tahu yang enak dan murah?

Yaaa, hari ini saya baru saja menikmati hidangan satu ini..sehabis pulang kuliah pukul 17.00, jalan – jalan di Kober Shopping Street, dan bersebrangan dengan Es Pocong Margonda..disitulah kawan, kulihat tenda berwarna kuning dengan tulisan KEMBANG TAHU PONTIANAK..ahhh, sungguh menggoda..

Lalalala, langsung aku, mirra, dan nirwan, mencoba kembang tahu rasa keju, coklat keju, dan coklat kacang..harganya muraaaaahhh, yang polos 3000 keju 5000 coklat keju 6000 dan coklat kacang 5000..ada susu kedele’nya jugaaaa 2500..huhuhuhuhu..saya yang doyan makanan dari kacang kedelai ini langsung memesan buat dibawa pulang juga..enak kan musim hujan dingin – dingin makan kuah jahe yang menghangatkan..

ah, kawan, kau takkan mengerti lezatnya bila tak mencobanya..langsung saja ke margonda..anak UI mah pasti tahu atuh..

Kembang Tahu aku Mahu Kamhuuu!!!!

Bakso Pak Joni di Blok S

August 13, 2007 at 6:18 pm | In Makan - makan | 11 Comments

Jujur saja, saya sebagai seorang mahasiswi sangat menyukai santapan yang berjudul Bakso ini (loh, apa hubungannya sama mahasiswi?). Jadi begini ceritanya, seringkali ketika saya dan sahabat saya, Mirra, (yang mana kami berdua adalah mahasiswi) bosan dengan makanan di kantin Teknik UI, kami akan mencari abang tukang bakso. Biasanya nyarinya ke Kober atau belakang Stasiun UI. Sampai saat ini sudah ada beberapa tempat yang kami kunjungi dan cicipi hidangan bakso’nya. Dari wilayah sekitar Kampus UI Depok sampai ke daerah Margonda (Jauh amat yah J). Dari sekedar abang gerobak sampai ke rumah makan bakso. Layaknya Pak Bondan di acara Wisata Kuliner Trans TV, kami selalu mengomentari cita rasa bakso – bakso itu. Kekenyalan bakso’nya, komposisi kuahnya, sampai rasa sambal yang sebenarnya hanya sebagai pelengkap hidangan pun tetap kami komentari. Mahasiswa zaman sekarang harus kritis dong, ya nggak?

Sampai saat ini, bakso yang paling enak (menurut indera pengecap dan pembau kami) berada di belakang Stasiun UI. Namanya Bakso Rudal. Tempat makannya kecil, hanya cukup untuk sekitar 10 orang. Bentuknya bukan restoran ataupun rumah makan yang ada pintu masuknya. Gerobak yang biasanya untuk jualan keliling dijadikan gerobak yang menetap di tempat itu. Memang sih, melihat lokasi dan kondisi tempat jualnya, tempat ini kurang begitu nyaman. Sempit dan panas. Tapi Bakso Rudal yang sebenarnya adalah bakso urat ini enak sekali. Harganya juga pas dengan kantong mahasiswa (Rp. 4500 per mangkok). Ada yang pernah nyoba Bakso Kotak di Margonda (di dekat ITC Depok)? Wuih, tetap masih enakan Bakso Rudal ini. Walaupun Bakso Kotak pernah masuk ke acara Wisata Kuliner, tapi rasanya biasa – biasa saja. Yang membuatnya istimewa hanyalah bentuknya yang kotak. Sementara kekenyalan baksonya malah tidak begitu empuk untuk di kunyah. Coba Pak Bondan mau mampir ke belakang stasiun UI untuk mencicipi Bakso Rudal ini J

Tapi beda lagi ceritanya kalau Bakso Rudal ini ditandingin sama Bakso Pak Joni di Blok S. Beberapa hari yang lalu, setelah belanja dari Taman Puring, saya, ibunda, dan adik saya sempat mampir ke sana. Sekalian mengisi perut, saya teringat juga kalau acara Wisata Kuliner pernah datang ke sini. Suasana dan proses pemesanannya seperti di kantin pada umumnya. Banyak meja besar dan kursi panjang berwarna orange dari Teh Botol Sosro. Tempatnya ramai sekali saat itu. Saya memesan Bakso urat dan bakso telur. Semangkuk Rp. 10.000. Bakso telur’nya tidak begitu istimewa. Tapi begitu saya coba bakso uratnya, wah, rasanya mak nyuss banget. Haha, jadi lucu jika mengingat saya berada di tempat yang sama dengan Pak Bondan saat itu. Bakso uratnya terasa special karena isi di dalam baksonya bukan cuma sekedar urat tipis yang dipotong kecil – kecil, tapi langsung potongan – potongan urat sapi lengkap dengan gajihnya. Wah, saya suka sekali dengan gajih (no wonder, badan saya cepat gemuk J). Kuah baksonya juga pas banget di lidah. Pokoknya enak, saya akui lebih enak daripada Bakso Rudal UI.

Tapi sayangnya, saya belum sempat mengajak Mirra makan di Bakso Pak Joni itu. Yah, mana jauh pula tempatnya. Mungkin kalau saya sudah dibolehin bawa kendaraan sendiri ya. Hahaha, langsung deh saya bakal ajak Mirra dan Indira makan bakso di sana. Nggak bakal nyesel deh pokoknya. Haha, ayo kita ngebakso!

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.