Love Test yang Ini Benar – Benar Ampuh
August 26, 2007 at 3:44 pm | In Sekedar Bercerita | 2 CommentsDari dulu sampai saat ini, cukup banyak orang yang menyenangi ramalan. Sekarang, cobain deh Love Test yang ini. Sehabis itu, comment yah. Have a nice try!
Bakso Pak Joni di Blok S
August 13, 2007 at 6:18 pm | In Makan - makan | 11 CommentsJujur saja, saya sebagai seorang mahasiswi sangat menyukai santapan yang berjudul Bakso ini (loh, apa hubungannya sama mahasiswi?). Jadi begini ceritanya, seringkali ketika saya dan sahabat saya, Mirra, (yang mana kami berdua adalah mahasiswi) bosan dengan makanan di kantin Teknik UI, kami akan mencari abang tukang bakso. Biasanya nyarinya ke Kober atau belakang Stasiun UI. Sampai saat ini sudah ada beberapa tempat yang kami kunjungi dan cicipi hidangan bakso’nya. Dari wilayah sekitar Kampus UI Depok sampai ke daerah Margonda (Jauh amat yah J). Dari sekedar abang gerobak sampai ke rumah makan bakso. Layaknya Pak Bondan di acara Wisata Kuliner Trans TV, kami selalu mengomentari cita rasa bakso – bakso itu. Kekenyalan bakso’nya, komposisi kuahnya, sampai rasa sambal yang sebenarnya hanya sebagai pelengkap hidangan pun tetap kami komentari. Mahasiswa zaman sekarang harus kritis dong, ya nggak?
Sampai saat ini, bakso yang paling enak (menurut indera pengecap dan pembau kami) berada di belakang Stasiun UI. Namanya Bakso Rudal. Tempat makannya kecil, hanya cukup untuk sekitar 10 orang. Bentuknya bukan restoran ataupun rumah makan yang ada pintu masuknya. Gerobak yang biasanya untuk jualan keliling dijadikan gerobak yang menetap di tempat itu. Memang sih, melihat lokasi dan kondisi tempat jualnya, tempat ini kurang begitu nyaman. Sempit dan panas. Tapi Bakso Rudal yang sebenarnya adalah bakso urat ini enak sekali. Harganya juga pas dengan kantong mahasiswa (Rp. 4500 per mangkok). Ada yang pernah nyoba Bakso Kotak di Margonda (di dekat ITC Depok)? Wuih, tetap masih enakan Bakso Rudal ini. Walaupun Bakso Kotak pernah masuk ke acara Wisata Kuliner, tapi rasanya biasa – biasa saja. Yang membuatnya istimewa hanyalah bentuknya yang kotak. Sementara kekenyalan baksonya malah tidak begitu empuk untuk di kunyah. Coba Pak Bondan mau mampir ke belakang stasiun UI untuk mencicipi Bakso Rudal ini J
Tapi beda lagi ceritanya kalau Bakso Rudal ini ditandingin sama Bakso Pak Joni di Blok S. Beberapa hari yang lalu, setelah belanja dari Taman Puring, saya, ibunda, dan adik saya sempat mampir ke sana. Sekalian mengisi perut, saya teringat juga kalau acara Wisata Kuliner pernah datang ke sini. Suasana dan proses pemesanannya seperti di kantin pada umumnya. Banyak meja besar dan kursi panjang berwarna orange dari Teh Botol Sosro. Tempatnya ramai sekali saat itu. Saya memesan Bakso urat dan bakso telur. Semangkuk Rp. 10.000. Bakso telur’nya tidak begitu istimewa. Tapi begitu saya coba bakso uratnya, wah, rasanya mak nyuss banget. Haha, jadi lucu jika mengingat saya berada di tempat yang sama dengan Pak Bondan saat itu. Bakso uratnya terasa special karena isi di dalam baksonya bukan cuma sekedar urat tipis yang dipotong kecil – kecil, tapi langsung potongan – potongan urat sapi lengkap dengan gajihnya. Wah, saya suka sekali dengan gajih (no wonder, badan saya cepat gemuk J). Kuah baksonya juga pas banget di lidah. Pokoknya enak, saya akui lebih enak daripada Bakso Rudal UI.
Tapi sayangnya, saya belum sempat mengajak Mirra makan di Bakso Pak Joni itu. Yah, mana jauh pula tempatnya. Mungkin kalau saya sudah dibolehin bawa kendaraan sendiri ya. Hahaha, langsung deh saya bakal ajak Mirra dan Indira makan bakso di sana. Nggak bakal nyesel deh pokoknya. Haha, ayo kita ngebakso!
Belanja Murah di Taman Puring
August 13, 2007 at 4:39 am | In Jalan - jalan | 28 CommentsSiapa yang nggak suka jalan – jalan? Sepertinya kemungkinan besar semua orang suka jalan – jalan. Saya juga termasuk orang yang senang mengunjungi tempat – tempat “menarik”. Kata “menarik” di sini saya jeberkan sebagai tempat yang nggak biasa untuk dikunjungi orang biasa (Loh? Berarti saya nggak biasa dong?). Sebagai contohnya, ketika teman – teman saya lebih memilih jalan dan nonton di mall, saya lebih mengusulkan untuk jalan – jalan ke Kebun Binatang Ragunan saja. Atau pada situasi lainnya, pernah saya mengajak teman – teman SMA saya untuk jalan – jalan ke Glodok naik Busway, hanya untuk mencari DVD Korea murah. Bagi saya jalan – jalan ke tempat yang berbeda dan dengan sesuatu yang berbeda itu sangat menyenangkan. Tapi, bagi saya kata “menarik” ini tidak termasuk mall – mall besar di Jakarta. Ada beberapa alasan yang membuat mall tidak begitu menarik lagi untuk saya secara pribadi:
- Terlalu sering menghabiskan waktu di mall, membuat suasana mall tidak special lagi.
- Range harga produk di mall – mall besar yang tinggi, membuat mall hanya sebagai tempat cuci mata.
- Konsep mall di Jakarta yang seakan – akan sudah di’standarisasi, membuat mall dimanapun terlihat serupa.
Dari tiga alasan di atas itu, berkembang lagi alasan – alasan kecil lainnya. Contohnya,”Nggak bisa nawar ah kalo belanja di mall. Nggak seru” atau contoh lainnya “Mahal amat sih. Buat gw mah kualitas nomer 2, harga baru nomer 1″. Nah, itulah sebabnya postingan saya kali ini membahas tentang belanja murah.
Taman Puring di daerah Kebayoran Baru adalah salah satu tempat yang menawarkan barang – barang berkualitas dengan harga miring. Mau jam tangan Paul Frank terbaru atau Levi’s yang dipakai kelompok artis BBB akhir – akhir ini? Atau mau jaket dan sepatu merk Adidas atau Nike? Semuanya ada disini. Para penjual berani masang nama merk – merk yang sudah nggak asing lagi di telinga kita dan menjualnya dengan harga lebih murah dari semestinya. Sok pasti barangnya mirip banget sama yang dijual di toko resminya. Kualitasnya juga nggak begitu buruk. Saya punya jam tangan Adidas, Paul Frank, dan Levi’s dari Taman Puring. Alhamdulillah, nggak rusak walau terkena keringat seharian sekalipun. Yang Levi’s pernah basah karena hujan, tapi masih nggak apa – apa sampai sekarang. Harganya? Hoho, harus pintar – pintar nawar kalau nggak mau dimainin sama abangnya (mainin harga maksudnya J). Adidas berhasil saya tawar jadi Rp. 60.000, Paul Frank dari Rp. 70.000 jadi Rp. 50.000. Begitupun dengan Levi’s putih yang dipakai Chelsea BBB sebagai model. Lebih asyik lagi kalau sudah punya tempat langganan dan kenal sama abang penjualnya. Hehe, berhubung keluarga saya sangat menyukai barang – barang yang “ada merknya”, kami sering sekali ke Taman Puring. Apalagi saat liburan seperti ini. Terhitung sejak bulan Juli sampai hari ini, berarti sudah tiga kali saya ke Taman Puring. Adik saya biasanya membeli sepatu olahraga disana. Sementara saya dan ibunda lebih gemar dengan jam tangan dan tas tangan. Jangan salah, Roxy sampai Puma juga ada di sini loh. Jadi kita bisa tetap gaya dengan harga terjangkau. Saya juga jadi lebih senang belanja di sini. Et Vous?
Pertama untuk yang Kesekian
August 11, 2007 at 9:49 am | In Sekedar Bercerita | Leave a CommentYak, ini postingan pertama saya dalam suatu blog untuk yang kesekian kalinya. Sebenarnya saya sudah pernah membuat account blog selain di sini. Ada yang di sini, di tempat ini, dan yang ini. Tapi seringkali saya tidak puas dengan blog – blog tersebut. Entah karena tampilannya yang kurang memuaskan, saya’nya yang nggak ngerti pengaturan – pengaturannya, atau memang karena sedang malas meng’update blog
Seringnya sih alasan yang ke-2. Hehe, jadilah itu blog – blog nggak ada yang benar – benar keurus. Padahal saya cukup berminat dengan menulis. Yah, pokoknya doakan saja blog di wordpress ini benar – benar menjadi blog saya yang terakhir (dan keurus tentunya).
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.